Oleh Romo Anton Kapitan Pr.
Slm ret-ret agung bagi segenap kaum kristiani, secara khusus utk saudara-saudaraku yang beragama Katolik. Pastikan kita berpuasa dan berpantang serta menempuh jalan tobat selama 40 hari dengan tepat. Kurangi belanja makan dan pakaian serta asesoris kren, bukan untuk sok hemat dan mavia sok sederhana tapi untuk subur dalam amal kasih. Apa artinya kita kurangi porsi makan kita kalau akhirnya banyak makanan yang tersisa di piring dan dibuang ke tong sampah? Apa artinya kurangi minum kalau air yang tersisa di botol aqua kita buang begitu saja (sedang air sedang antri masuk saluran air dan antri masuk tanah...he..he...?); Bukankah banyak orang yang mati kelaparan dan kehausan di wilayah tertentu? Tahan diri untuk merias fisik secara berlebihan; baiklah kita menata batin dengan lebih sungguh. Ingatlah, saat kita gonta-ganti pakaian dan terus menikmati HP terbaru dan tablet terkini, ada anak-anak kita di daerah terpencil sudah lama tidak mengganti pakaiannya dan belum juga kenal yang namanya alat teknologi terkini. Mungkin sudah sempat dengar dan lihat tapi memegang dan menggunakannnya belum, sedang mereka juga adalah bagian dri tumpuan kita dan harapan Indonesia maju di hari esok. Perkenankan saya untuk sharring mengenai point yang terakhir ini: sejak tahun 2018, saya berhadapan dengan 70 anak dari keluarga kurang mampu di daerah pedalaman. Mereka mau bersekolah SMP tapi jarak sekolahnya cukup jauh, harus berjalan kaki sampai 14 km dan melanggar kali tanpa jembatan selebar 15-an meter. Saya bergumul lalu membuka sekolah untuk mereka: 3 ruang kelas dan 1 ruang guru dg 10 orang guru sebagai pendidik. Syukurlah sekarang sekolah mereka sudah dekat, hanya fasilitasnya yang belum memadai. Saya berusaha adakan seragam khusus spy mereka tampil bagus, oh, ternyata seragam itu juga msih dipakai saat ke kebun dan di rumah. Saya agak kesal tapi kemudian saya tahu kalau pakaian gantinya sangat terbatas di rumah. Saya sedih, kadang di sekolah, ada yang muka muram dan tidak ada semangat, bahkan ada yang kadang menangis. Saya dekati dan tanya, katanya belum sempat makan pagi. Yah..mereka terkadang makan 2 x sehari. Musim tertentu hanya bisa 1 x sehari. Saya harus mengerti kalau mereka dari keluarga kurang atau belum, kalau tidak mau dibilang dari keluarga tidak mampu. Bahkan ada yang sudah tidak punya orang tua lagi, orang tua menghilang entah ke mana. Tahun depan siswa kelas tiganya sudah harus ujian online menggunakan teknologi, di pundak saya ada tanggung jawab untuk membangun satu ruangan komputer yang baik dan peralatan komputer minimal 15 unit di ruangan itu. Nah, saudara-saudari sekiranya kita mau berbela rasa dan berbagi rasa dalam semangat puasa dan pantang masa prapaskah 40 hari ini, mari sisihkan uang makan kita minimal 25 ribu sehari sj untuk ikut serta menolong anak-anak kita. Kita lakukan dengan hati penuh rasa dan jangan dengan kepala penuh analisa. Kiranya sharring ini tidak dilihat sebagai satu pameran rohani tapi inspirasi bagi kita untuk ikut serta berbagi dalam semangat prapaskah. Nnt kalau ada yang mau berbagi silahkan komunikasikan ke sy tapi sekali lagi mestinya dalam semangat kerendahan hati di bawah kekuatan Sabda Yesus ini, 'Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu, apa yang diperbuat tangan kananmu' (Mat.6:3). Salam dan doaku. Selamat Hari Rabu Abu.
Komentar
Posting Komentar