Manusia saja #1
Manusia bisa berbuat salah dan bisa merasa tidak bersalah,
permintaan maaf yang utama adalah kepada diri sendiri dan kepada Tuhan.
Lebih baik meminta maaf secara langsung, jika memungkinkan untuk dilakukan.
Itulah usaha mengikat tali silaturahmi.
Kadang tak dalam bentuk permintaan tetapi juga dalam bentuk pemberian.
Pemberian artinya aku peduli padamu.
Dan aku ingin memulihkan hubungan yang tidak jelas ini.
Perasaan bersalah sering hanya menjadi sudut pandang pribadi
sementara yang dimintai maaf tidak merasa ada yang salah.
Ya begitulah.... manusia memang begjtu kok
Manusia Saja #2
Hidup memang tidak adil.
Sungguh anugerah kalau ada orang yang baik.
Bagi manusia, sakit hati itu adalah latihan, latihan memaafkan dan memperluas wawasan.
Bekerja semaksimal mungkin tidak berarti lepas dari caki-maki
Perasaan lelah dan menyerah itu biasa, namanya juga perasaan
Manusia punya pikiran dan kehendak yang menyeimbangkan alam rasa.
Ya begitulah .... manusia memang begitu kok
Manusia Saja #3
Rasa sakit karena kecewa, nyeri di dada, rasa sesak karena orang yang paling disayangi adalah yang paling menyakiti.
Rasa sakit itulah tanda seberapa besarnya kasih dan sayang kepadanya.
Sebuah tahap pemurnian, bersyukur dan menerima rasa sakit adalah menerima realitas keadaan kemanusiaan yang lebih kuat daripada pengakuan dan dukungan kosong pengobral cinta karbitan.
Bisa atau tidak bisa melewati, itu hanya proses saja, sedangkan cinta akan tetap ada dalam sakit maupun bahagia.
Ya begitulah.... manusia memang begitu kok
Manusia saja #4
Hanya 5 sampai 10 persen dari otak manusia yang aktif bekerja secara sadar, jadi wajar saja kalau diri sendiri tidak mengerti pada apa yang terjadi.
Alam imaji adalah ruangan yang terang atau yang gelap tergantung pada suasana hati. Ciptakanlah tangisan yang kreatif sehingga tangisan itu tidak menjadi barang biasa yang diobral di adegan-adegan sinetron.
Dan bagiku sendiri tangisan adalah doa dan perjalanan, suatu titik yang tak akan pernah kuulangi lagi sebagai sebuah metafora dan tanda biasa dan sama di setiap tetesnya.
Air mataku menetes di gunung dan bersatu dengan tanah-tanah di tempat tinggi, bersatu dengan sungai-sungai, bersatu dengan air laut, dan aku yakin air mataku juga sudah sampai di rumahmu, dan udara yang menghembusi tubuhmu setelah hujan tiba seperti sebuah pelukan, yang menerimamu dan mengasihimu.
Ya begitulah.... manusia memang begitu kok
Manusia saja #4
Sudah berumur dan belum apa-apa dan tidak berguna itu suatu kesadaran yang baik.
Bersyukurlah karena masih memiliki kesadaran.
Lihatlah banyak orang yang sampai maut menjemputnya tidak pernah sadar bahwa dia adalah orang yang dikasihi Tuhan dalam ketidakbergunaannya dia menciptakan nilai bagi orang lain yang merasa tidak berguna.
Pun jika manusia diam, Ia telah menjadi sarana bagi orang lain untuk tumbuh sebagai manusia dan kemanusiaannya, Bapak dan Ibunya, bahkan dokter dan susternya.
Manusia saja tidak dapat diperbandingkan karena setiap orang mempunyai awalan dan akhiran yang berbeda, dan setiap manusia dikasihi Tuhan bukan karena apa-apa tetapi karena Tuhan mengasihi manusia.
Bahkan Musa yang adalah nabi besar baru bertobat pada umur 40 tahun, dan setelah 40 tahun hidup di padang bukan sebagai orang Istana, barulah Tuhan memberikan kepercayaan padanya untuk kembali ke Mesir dan memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Firaun itu.
Tak apa belum apa-apa, bertekun dalam syukur, bertekun dalam apa yang telah dilalui, membuat karya walaupun hanya nafas dan kata-kata saja, jika diberi rasa akan menjadikannya sesuatu yang bernama cinta
Ya begitulah.... manusia memang begitu kok
Manusia saja #5
Gairah bukanlah arah,
Aku tak akan gelisah bila gairah rendah
Aku resah karena tak dapat menciptakan momen kreatif dalam rutinitas
Sebagaimana bintang lahir dari sebuah kekacauan,
Telah kulahirkan galaksi di dalam kekacauan di rutinitasku sendiri
Dan liburanku setiap hari, karena setiap hari selalu berbeda dan tak pernah sama
Prediksi dan spekulasi adalah permata saat aku bersiap-siap
Karena aku membuat lebih banyak kejutan sejak dalam pikiran
Ya begitulah.... manusia memang begitu kok
Manusia saja #6
Hidup berjalan dan terus melaju,
Menganggap diri sendiri, menghargai diri sendiri,
Menginginkan diri sendiri, mengusahakan diri sendiri
Membutuhkan diri sendiri, menjaga diri sendiri
Menyapa diri sendiri, menyenangkan diri sendiri
Mengajak diri sendiri, mendekatkan diri sendiri dengan Penciptanya dalam laku dan doa
Mengajak diri sendiri bicara dan berpikir, Berdamai dan berteman dengan diri sendiri
Memahami diri sendiri dan mengenal batas-batasnya yang butuh dihargai,
Mendengar dan memaafkan diri sendiri yang tidak sempurna sejak dilahirkan selalu membutuhkan orang lain
Lalu bersandar dan mengandalkan Kerahiman Tuhan
Ya begitulah.... manusia memang begitu kok
Manusia saja #7
Manusia yang menerima dirinya sendiri dan memahami dirinya sendiri akan mencintai dirinya sendiri dan dengan itu mampu menjadi dirinya sendiri
Cukup satu Tuhan yang mengasihinya jauh sebelum dunia diciptakan akan memampukan ia melakukan apa yang Tuhan inginkan terjadi atas dirinya dalam segala rancangan kemakmuran dan damai sejahtera
Ya begitulah.... manusia memang begitu kok
Manusia saja #8
Manusia merasa tenang saat dia tahu bahwa Tuhan mengasihinya, mencintainya dengan sepenuh hatinya
Cinta Tuhan itu bukan hanya kata-kata tetapi sangat nyata dengan memberikan para nabi-Nya, orang-orang pilihan-Nya, dan Diri-Nya sendiri untuk menjadi tempat segala pengampunan dan kasih,
Tuhan yang hadir sepenuhnya dan menetap diam lama-lama di dalam hatinya yang damai dan tentram
Sedangkan manusia sering gelisah dan dipenuhi perasaan tertolak dan terbuang karena sejak awalnya telah terusir dari Firdaus dan selalu berharap ingin kembali kepada Tuhan-Nya
Dan jika waktu itu tiba, aku bersyukur telah mengenalmu sayangku, orang yang ingin kutemui di dunia ini walaupun pada akhirnya kita tidak bersatu, kau tahu aku mengasihimu dengan kasih yang tidak sempurna dalam keakuanku tanpa Tuhan,
Aku yakin Tuhan telah membawa diriku kepada orang yang paling mampu memahami dan mengasihi aku dengan segala ketidaksempurnaannya yang manis dan indah di mataku,
Aku yakin Tuhan yang sama yang telah aku hormati dan aku sembah, Tuhan yang sama tempat aku berharap belas kasih, akan menyampaikan kepada dia yang kukasihi itu bahwa hidup di dalam cinta yang Tuhan berikan padaku akan membuatnya bahagia dan penuh karena dia tidak hanya menerima cintaku, tetapi cinta Tuhan yang mengasihiku
Jika kamu merasa dicintai olehku sedemikian rupa dan kamu tak mampu menampungnya, masih ada miliaran tahun lagi sampai kau mengerti itu semua, selamat, kamu sungguh-sungguh manusia yang menyakitiku sekaligus mendewasakanku.
Aku menerimamu, karena Kasih Tuhan ada untukmu
Manusia Saja#9
Hanya dalam iman yang percaya, bersiap untuk segala hal baik di balik semua pintu yang terbuka
Iman yang berserah, mempersembahkan segala usaha dan rencana yang dilakukan
Iman yang berpengharapan, meyakini adanya senyum, sejahtera, damai, dan diri yang penuh walaupun kadang teralihkan,
Telah dilalui dengan memaafkan diri sendiri, memaafkan masa lalu, memaafkan orang-orang terkasih, bahkan memaafkan Tuhan
Hatiku ayem tentrem, hatiku siap menerima kasih, dan semua itu indah karena-Nya yang wafat dan bangkit bagiku, bagimu, dan bagi seluruh dunia
Dariku untuk Dia Yang Bersyukur Karena Tuhan Menjauhkan aku darinya, puisi ini adalah juga syukurku karena Tuhan baik pada semua
Komentar
Posting Komentar